GAMBAR DEKORATIF & LUKISAN MOTIF BATIK

 


GAMBAR DEKORATIF

Gambar dekoratif adalah representasi visual yang dibuat dengan tujuan untuk mempercantik atau meningkatkan estetika suatu objek, ruang, atau karya seni, tanpa harus menyampaikan informasi khusus atau memiliki fungsi praktis tertentu. Gambar ini dirancang untuk memberikan elemen keindahan visual dan dapat muncul dalam berbagai bentuk dan media, seperti lukisan, cetakan, foto, atau seni digital.

 

Berbeda dengan gambar yang memiliki tujuan komunikatif atau informatif, gambar dekoratif cenderung fokus pada aspek estetika dan keindahan. Mereka sering digunakan dalam konteks desain interior, seni rupa, dan dekorasi untuk menciptakan atmosfer yang menyenangkan atau menarik di suatu tempat.

 

Karakteristik gambar dekoratif dapat mencakup berbagai elemen artistik, seperti warna-warna yang harmonis, bentuk-bentuk estetis, dan komposisi visual yang menarik. Seringkali, gambar dekoratif juga mencerminkan gaya atau tema tertentu yang sesuai dengan keinginan desainer atau pemilik ruang.

 

Penting untuk dicatat bahwa meskipun gambar dekoratif mungkin tidak memiliki pesan spesifik atau informasi yang disampaikan, keberadaan dan penempatannya dapat memiliki dampak signifikan pada suasana dan mood suatu tempat. Gambar dekoratif dapat digunakan untuk menciptakan atmosfer yang nyaman, menginspirasi kreativitas, atau sekadar menambahkan sentuhan visual yang menyenangkan.

Top of Form

 

 


LUKISAN MOTIF BATIK

Lukisan motif batik merujuk pada karya seni lukisan yang terinspirasi oleh desain dan motif tradisional batik. Motif batik telah menjadi sumber inspirasi yang kaya bagi seniman dan pelukis untuk menciptakan karya-karya yang menggabungkan keindahan desain tradisional dengan medium lukisan. Berikut adalah penjelasan lebih detail tentang lukisan motif batik:

  1. Motif dan Desain:
    • Lukisan motif batik mencakup berbagai desain dan motif yang biasanya terkait dengan warisan budaya batik.
    • Motif tersebut dapat melibatkan pola geometris, flora, fauna, atau simbol-simbol tradisional yang memiliki makna dalam konteks budaya.
  2. Medium dan Teknik Lukisan:
    • Cat Akrilik, Cat Air atau Cat Poster: Seniman menggunakan berbagai media lukisan, seperti cat minyak, akrilik, atau cat air, untuk menciptakan lukisan motif batik.
    • Teknik Layering: Seperti pada batik asli, seniman sering menggunakan teknik layering dalam lukisan untuk menciptakan efek dimensi dan kedalaman.
  3. Warna Tradisional Batik:
    • Lukisan motif batik cenderung menggunakan palet warna tradisional yang sering terlihat dalam batik asli, termasuk warna-warna alam seperti biru, cokelat, hijau, dan merah.
  4. Detail dan Kekerapan Motif:
    • Seniman dapat memilih untuk mempertahankan detail dan kekerapan motif batik yang khas atau mengembangkan variasi baru berdasarkan elemen-elemen tradisional tersebut.
  5. Inspirasi Lokal dan Budaya:
    • Lukisan motif batik sering kali mencerminkan inspirasi lokal dan budaya dari daerah tertentu. Setiap daerah mungkin memiliki gaya dan motif batik yang khas.
  6. Penyesuaian dengan Gaya Kontemporer:
    • Beberapa seniman memadukan motif batik dengan elemen-elemen kontemporer atau gaya seni modern untuk menciptakan karya yang lebih inovatif dan unik.
  7. Penciptaan Karya Seni Kontemporer:
    • Lukisan motif batik dapat mencakup berbagai karya seni kontemporer, termasuk lukisan di atas kanvas, panel kayu, atau medium lainnya.
  8. Fungsi dan Penggunaan:
    • Karya seni ini dapat digunakan sebagai dekorasi interior, dijual sebagai barang seni, atau dipamerkan dalam galeri seni.
    • Beberapa seniman mungkin juga menciptakan lukisan motif batik untuk merespons atau menghormati tradisi batik dan memberikan sudut pandang baru terhadap seni tradisional tersebut.

Lukisan motif batik memberikan peluang bagi seniman untuk mengekspresikan kreativitas mereka sambil mempertahankan nilai-nilai dan keindahan tradisional batik. Karya-karya ini dapat menjadi bentuk penghormatan terhadap seni dan warisan budaya serta meramaikan dunia seni rupa kontemporer.

Top of Form

 

Contoh lukisan motif batik mungkin mencakup:

  1. Motif Geometris:
    • Lukisan mungkin menampilkan pola geometris seperti kotak-kotak, garis-garis, atau segi enam yang umumnya terdapat dalam batik tradisional.
  2. Motif Flora dan Fauna:
    • Lukisan dapat menggambarkan motif batik yang terinspirasi dari alam, seperti bunga-bunga, daun, atau hewan yang sering muncul dalam desain batik.
  3. Motif Simbolik:
    • Beberapa seniman mungkin menciptakan lukisan yang mengandung simbol-simbol tradisional atau makna khusus yang sering ditemukan dalam batik.
  4. Penggunaan Warna Tradisional:
    • Palet warna tradisional batik, seperti biru, cokelat, hijau, merah, dan kuning, mungkin dominan dalam lukisan.
  5. Teknik Layering:
    • Lukisan motif batik bisa mencerminkan teknik layering, di mana warna dan detail motif diterapkan secara bertahap untuk menciptakan efek dimensi.
  6. Adaptasi Kontemporer:
    • Beberapa seniman mungkin mengadaptasi motif batik ke dalam gaya lukisan kontemporer dengan menambahkan elemen modern atau memvariasikan motif tradisional untuk menciptakan kesan yang segar.

KALIGRAFI dan LETTERING



 

KALIGRAFI 

Kaligrafi itu seni menulis atau menggambar huruf, tapi nggak sekadar soal tulisan biasa. Kata “kaligrafi” sendiri asalnya dari bahasa Yunani—“kallos” yang berarti indah, dan “grapho” yang artinya menulis. Jadi jelas, sejak awal udah ada unsur seni di sana. Dalam praktiknya, kaligrafi main-mainin berbagai bentuk dan gaya huruf, supaya hasilnya nggak cuma bisa dibaca, tapi juga enak banget dipandang.

 

Dari zaman dulu, kaligrafi punya peran penting di banyak budaya. Awalnya dipakai buat nulis teks agama—misalnya ayat Al-Qur’an dalam Islam, atau kitab suci di tradisi Kristen. Tapi makin ke sini, kaligrafi berkembang jadi seni yang berdiri sendiri. Sekarang, bukan cuma buat nulis ayat suci, tapi juga jadi dekorasi, bahkan inspirasi logo modern.

 

Seniman kaligrafi punya banyak alat andalan. Ada pena khusus, kuas, sampai alat digital kayak komputer. Soal gaya, kaligrafi Arab misalnya, punya Kufi, Naskhi, dan Thuluth. Di kaligrafi Latin, ada Uncial, Italic, sampai Gothic—masing-masing punya ciri khas sendiri.

 

Yang menarik, kaligrafi nggak cuma soal cantiknya huruf. Ada harmoni, proporsi, keseimbangan—semua harus pas. Sedikit aja salah garis atau posisi, hasil akhirnya bisa langsung kelihatan aneh. Di balik keindahannya, kaligrafi juga punya nilai spiritual dan butuh teknik yang nggak main-main.

 

Kaligrafi Arab biasanya dipakai buat menulis ayat-ayat Al-Qur’an. Gaya-gayanya mulai dari Naskh, Thuluth, sampai Kufi. Sedangkan kaligrafi Latin, pakai abjad Latin dan punya gaya seperti Uncial, Italic, Gothic, atau Copperplate.

 

Alatnya juga beragam. Pena kaligrafi biasanya punya ujung yang bisa diganti-ganti, supaya bisa bikin garis dengan lebar berbeda. Ada juga kuas buat nulis pakai tinta atau cat air. Tintanya pun khusus, biar alirannya mulus dan hasilnya maksimal.

 

Untuk teknik, ada Tughra—gaya khas Kekaisaran Ottoman buat tanda tangan dokumen resmi. Ada juga Diwani, gayanya rumit dan artistik, biasanya dipakai untuk surat resmi atau dokumen hukum. Kadang, karya kaligrafi makin mewah dengan illumination—ornamen dan ilustrasi yang menghiasi huruf.

 

Kaligrafi punya sejarah panjang. Dari tulisan tangan di naskah kuno, sekarang jadi seni yang dihargai di mana-mana. Nggak cuma soal estetika, tapi juga media mengekspresikan nilai spiritual, terutama di tulisan agama.

 

Sekarang, kaligrafi nggak cuma dikerjain manual. Banyak seniman pakai software desain grafis buat bikin karya digital. Banyak juga yang suka ngolah tradisi lama dengan sentuhan teknologi baru. Intinya, kaligrafi itu seni yang unik, kompleks, selalu berkembang, dan nggak pernah ngebosenin.

 

LETTERING

Lettering itu seni bikin huruf pakai tangan, biasanya buat hiasan atau bikin desain yang unik. Beda sama kaligrafi yang lebih soal teknik nulis, lettering lebih main di desain hurufnya—ngatur bentuk, gaya, sama nuansa tiap huruf biar jadi satu karya yang punya karakter. Di sini, seniman bebas banget mau bereksperimen. Hurufnya bisa macem-macem, nggak harus seragam, bahkan kadang sengaja dibuat beda-beda biar lebih hidup.

 

Biasanya, lettering sering muncul di poster, spanduk, logo, tanda, sampai mural di tembok-tembok kota. Karena nggak ada aturan kaku, seniman bisa bebas mainin ukuran, warna, nambahin efek bayangan, garis tepi, atau elemen dekoratif lain. Pokoknya, semua sah aja selama hasilnya menarik.

 

Buat alatnya, nggak terbatas. Ada yang suka pakai pena, kuas, spidol, atau mulai dari pensil dulu buat bikin sketsa. Banyak juga yang sekarang langsung digital, pakai tablet atau aplikasi desain. Jadi, siapa aja bisa coba—mau yang suka cara tradisional atau yang lebih demen digital.

 

Di dunia kreatif, lettering dipakai buat banyak hal: bikin identitas merek, desain kemasan, sampai elemen visual biar produk gampang dikenali. Lettering bukan cuma soal bikin huruf, tapi gimana caranya huruf itu bisa ngasih pesan visual yang kuat dan gampang diingat.

 

Intinya, lettering itu seni merancang huruf dengan tangan—bukan cuma biar kelihatan cantik, tapi juga punya jiwa. Gaya-gayanya banyak banget. Misalnya:

 

1. Gaya Lettering:

-          Serif: Huruf ada “ekor” atau ornamen di ujung. Kesan klasik, agak formal.

-          Sans-serif: Tanpa ornamen, jadi kelihatan simpel dan modern.

-          Script: Huruf mirip tulisan tangan. Biasanya lebih bebas, kadang elegan.

-          Display: Gaya yang sengaja dibikin menonjol, cocok buat judul atau logo.

 

2. Teknik dan Alat:

-          Pena & Kuas: Buat garis yang tebal-tipisnya beda, hasilnya bisa dramatis banget.

-          Spidol: Enak buat permukaan besar atau buat hasil yang tegas.

-          Pensil: Biasanya jadi alat pertama buat sketsa sebelum diwarnai atau ditebalkan.

 

3. Komposisi dan Desain:

-          Kerning: Ngatur jarak antar huruf biar rapi dan enak dilihat.

-          Tracking: Spasi antar huruf dalam satu kata atau kalimat.

-          Leading: Jarak antar baris, biar tulisan nggak dempet-dempetan.

 

4. Warna dan Dekorasi:

-          Warna: Bikin huruf kelihatan hidup, nggak ngebosenin.

-          Efek bayangan & highlight: Bikin huruf kelihatan timbul dan punya kedalaman.

 

5. Penggunaan Lettering:

-          Desain Grafis: Dipakai di poster, kartu ucapan, branding, dan banyak lagi.

-          Street Art: Sering muncul di mural atau graffiti, bagian ekspresi seni di ruang publik.

-          Logo: Banyak logo keren yang idenya dari lettering unik.

 

6. Lettering Digital:

-          Aplikasi Desain: Sekarang gampang banget bikin lettering digital, tinggal pilih aplikasi yang cocok.

-          Tablet Grafis: Pakai stylus, hasilnya bisa presisi, tetap dapat feel manual tapi lebih fleksibel.

 

Yang seru dari lettering, tiap karya punya kepribadian sendiri, sesuai pembuatnya. Kadang justru gara-gara ada bentuk yang nggak sempurna, hasilnya malah makin punya daya tarik. Jadi, nggak usah takut salah—justru di situ letak seninya.

 

PERBEDAAN KALIGRAFI DAN LETTERING

Kaligrafi dan lettering memang sama-sama soal huruf, tapi sebenarnya beda banget dari tujuan, teknik, sampai fokusnya. Nih, biar nggak bingung, aku jelasin satu per satu:

 

1. Fokus Utama:

-          Kaligrafi itu intinya seni menulis huruf yang indah. Setiap goresan harus rapi, garisnya halus, dan bentuk hurufnya seimbang banget.

-          Lettering beda lagi. Fokusnya desain huruf yang kreatif dan dekoratif. Nggak ada aturan wajib soal teknik menulis formal, jadi bisa bebas banget bereksperimen.

 

2. Tujuan Penggunaan:

-          Kaligrafi biasanya dipakai buat hal-hal yang sakral atau penting, kayak teks agama, naskah kuno, atau hiasan dinding yang klasik.

-          Kalau lettering, lebih sering muncul di dunia desain. Contohnya di poster, logo, kartu ucapan, sampai branding produk.

 

3. Teknik dan Alat:

-          Kaligrafi umumnya pakai alat khusus, kayak pena atau kuas khusus plus tinta tertentu, jadi hasilnya khas banget.

-          Lettering jauh lebih fleksibel. Mau pakai pena, spidol, kuas, atau langsung digital di tablet juga bisa.

 

4. Ketelitian Teknik:

-          Di kaligrafi, ketelitian itu wajib. Ada aturannya sendiri, apalagi kalau masih pakai gaya tradisional.

-          Sementara lettering, senimannya bisa bebas berekspresi. Nggak ada aturan mati, jadi tiap orang bisa punya gaya unik.

 

5. Fleksibilitas Kreatif:

-          Kaligrafi memang punya batasan tertentu karena harus ngikutin aturan dan gaya, meski tetap bisa eksplorasi ornamen kecil.

-          Lettering jauh lebih bebas. Gaya, warna, sampai elemen dekoratif lainnya bisa dieksplorasi semau hati.

 

6. Penerapan Digital:

-          Dulu kaligrafi cuma manual, tapi sekarang udah bisa digital juga pakai software desain.

-          Lettering malah lebih gampang dibawa ke dunia digital. Banyak banget seniman lettering yang sekarang mainnya di tablet atau komputer.

 

Jadi intinya, lettering itu soal kebebasan berekspresi pakai huruf, sedangkan kaligrafi lebih ke seni menulis yang presisi dan penuh teknik. Dua-duanya punya daya tarik sendiri dan bikin dunia seni huruf makin seru.

 

oleh : BAHARFIAN NOVRIANTO

 


KARYA TUGAS 5 KRIYA 3D KAYU (projek semester)

 KARYA TUGAS 5 KRIYA 3D KAYU (projek semester)


Mata pelajaran Seni Budaya tidak ada asesmen (penilaian) semester. Sebagai gantinya, penilaian dilakukan dengan PROYEK KARYA SENI 3D. Pelajari situs ini untuk keterangan lengkapnya

A - MEMBUAT KONSEP PENCIPTAAN KARYA
KONSEP (bentuk .pdf) berisi tentang perencanaan pembuatan karya seni rupa KRIYA 3D, antara lain : 

1 BENDA SENI YANG DIBUAT
Ceritakan dalam satu sampai tiga paragraf, tentang benda seni (karya) apa yang akan kamu buat. Karya kriya 3D yang akan dibuat harus memiliki 2 fungsi, selain memiliki keindahan sebagai FUNGSI SENI, karya juga harus memiliki FUNGSI PAKAI / TERAPAN. Fungsi terapan yang dimaksud adalah karya kriya 3D mu bisa dipakai sebagaimana fungsi asli benda tersebut.  

2 DIMENSI
Ukuran karya kriya 3D yang akan dibuat harus memiliki dimensi :
Panjang (P) : minimal 20 cm - 30 cm maksimal
Lebar (L) : minimal 20 cm - 30 cm maksimal
Tinggi (T) : minimal 20 cm - 50 cm maksimal

3 BAHAN YANG DIGUNAKAN
Ceritakan dalam satu sampai tiga paragraf, tentang bahan KAYU yang akan kamu gunakan sebagai bahan utama. Misal seperti jenis kayu apa yang dipakai, kenapa memilih jenis kayu tersebut, dll. 
Contoh jenis kayu : KAYU BAKAR, KAYU KERAS, TRIPLEK, MULTIPLEK, PARTIKEL BOARD, BAMBU, GLUGU, ROTAN, dan masih banyak lagi.

4 ALAT YANG DIGUNAKAN
Ceritakan dalam satu sampai tiga paragraf, tentang alat-alat yang kamu gunakan dalam proses membuat karya seni Kriya 3D tersebut.

5 LANGKAH PEMBUATAN
Ceritakan secara runtut langkah-demi langkah, tentang pembuatan karya Kriya 3D kamu. Mulai dari mencari ide, memilih bahan, sampai dengan finishing karya jadi siap tampil.
JANGAN LUPA MENDOKUMENTASIKAN PROSES PEMBUATAN KARYAMU BERUPA FOTO 

6 FINISHING
Ceritakan dalam satu sampai tiga paragraf, tentang finishing yang kamu pilih untuk menyelesaikan karya Kriya 3D kamu. Ada 3 jenis finishing yang bisa dipilih yaitu :
1 PLITUR, yaitu warna coklat kayu mengkilat
2 MELAMIN/CLEAR, yaitu lapisan jernih mengkilat
3 CAT WARNA, yaitu lapisan cat warna biasa, baik glosi maupun dof.

7 TIMELINE PENGERJAAN
  • Waktu pengerjaan karya MULAI 1 s.d. 20 NOVEMBER 2023.
  • Pengumpulan karya MULAI 21 s.d. 30 November 2023


B - KARYA KRIYA 3D KAYU TERAPAN
  • Karya seni rupa KRIYA 3D yang dinilaikan HARUS SUDAH JADI, SUDAH DI FINISHING, dan memiliki tampilan SIAP PAMER SIAP JUAL.
  • Karya seni rupa KRIYA 3D yang tidak memenuhi standar siap penilaian, maka harus diselesaikan terlebih dahulu.
  • Karya seni rupa KRIYA 3D bentuk jadi siap tampil siap dinilai dikumpulkan maksimal tanggal 20 November 2023, toleransi sampai hari pertama Tes Sementer Gasal.
  • Karya seni rupa KRIYA 3D jangan lupa diberi NAMA, KELAS dan NO. ABSEN.
  • Untuk nama kelompok menggunakan nomer absen, contoh : ANDI (no.abs 05) dan DINA (no.abs 15), maka nama kelompoknya adalah KELOMPOK 05.15


C - MEMBUAT LAPORAN KARYA
LAPORAN (bentuk .pdf) berisi 7 hal yang sama dengan file konsep, tetapi ditambahi :

8 KENDALA
Ceritakan dalam satu sampai tiga paragraf, tentang kendala yang kamu alami selama pengerjaan karya KRIYA 3D.

9 SOLUSI
Ceritakan dalam satu sampai tiga paragraf, tentang SOLUSI yang kamu lakukan dalam mengatasi kendala yang terjadi, sehingga pengerjaan karya KRIYA 3D bisa dilanjutkan sampai selesai.

10 DOKUMENTASI
Sisipkan foto-foto dokumentasi selama pengerjaan karya KRIYA 3D dan juga foto produk jadi karyamu di beberapa halaman belakang file.

KARYA TUGAS 4 POSTER INFOGRAFIS

 KARYA TUGAS 4 POSTER INFOGRAFIS


1TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa dapat menjelaskan apa itu media informasi publik 
Siswa dapat mengimplementasikan kemampuan kreatif dalam menyampaikan informasi kepada publik 
Siswa dapat memilih penggunaan berbagai alat dan media dalam berproses kreatif
Siswa dapat memilih solusi kreatif dalam mengatasi problem penyampaian informasi kepada masyarakat
Siswa dapat membuat karya informasi publik dengan media kanvas

2 MATERI PELAJARAN
Apa itu POSTER? klik disini
Apa itu INFOGRAFIS? klik disini
Tentang media kanvas klik disini
Alat untuk media kanvas klik disini
Teknik MIVED MEDIA klik disini

3 CONTOH KARYA
Contoh karya Poster klik disini
Contoh karya Infografis klik disini

4 CARA MEMBUAT
Cara menggali informasi klik disini
Video menggali informasi klik disini
Menggambar manual klik disini
Teknik Mixed Media klik disini

5 TUGAS MANDIRI

BUATLAH KARYA POSTER INFOGRAFIS, DENGAN TEMA YANG SUDAH DITENTUKAN UNTUK SETIAP KELAS

PEMBAGIAN TEMA POSTER INFOGRAFIS :
KELAS XII BAHASA : ADIWIYATA LINGKUNGAN
KELAS XII IPS1 : KESEHATAN JASMANI
KELAS XII IPS2 : ADAB & SOPANSANTUN
KELAS XII IPS3 : NASIONALISME KEBANGSAAN
KELAS XII IPS4 : TERTIB LALULINTAS
KELAS XII IPS5 : PELESTARIAN BUDAYA DAERAH
KELAS XII IPS6 : PEMBIASAAN KARAKTER BAIK

KETENTUAN TEKNIS KARYA :
  • MEDIA, gunakan KANVAS LUKIS sebagai media dasar dengan ukuran 40x60 cm atau 40x50 cm
  • LAYOUT pada kanvas menampilkan 25% DATA, 25% MASALAH, dan 50% SOLUSI
  • TEKNIK, pengerjaan poster infografis secara MANUAL menggunakan berbagai alat gambar, dan diperbolehkan menggunakan mixed media (KOLASE, MONTASE, atau MOZAIK)
  • FULL COLOR, karya poster infografis harus menggunakan warna-warna yang menarik.
  • HARUS JELAS TERBACA, karena tujuan utama poster infografis adalah untuk menyampaikan informasi, bukan sekedar indah.
  • WAKTU MENGERJAKAN, poster dikerjakan maksimal 3x pertemuan (6x 45 menit)

KARYA TUGAS 3 MIND MAPPING

 KARYA TUGAS 3 MIND MAPPING


1 TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa mampu memahami dan menguraikan berbagai hal tentang diri sendiri
Siswa mampu memahami tentang mind mapping
Siswa mampu mengklasifikasikan berbagai hal tentang diri sendiri menjadi sebuah karya
Siswa mampu menganalisis kekuatan, kelemahan, potensi dan harapan yang ada pada diri sendiri
Siswa mampu membuat mind mapping yang estetik dengan kreatifitas masingmasing

2 MATERI PELAJARAN
Apa itu Mind Mapping? klik disini
Penjelasan Mind Mapping klik disini
Apa itu Catatan Kreatif? klik disini 
Bagaimana langkah menggali informasi? klik disini
Bagaimana mengenal diri sendiri klik disini

3 CONTOH KARYA MIND MAPPING
Mind Mapping bentuk SCRAPBOOK klik disini
Mind Mapping FULL COLOR klik disini
Contoh bentuk lainnya klik disini

4 CARA MEMBUAT MIND MAPPING
Membuat mind mapping dengan rumus klik disini
Membuat mind mapping yang estetik klik disini
Mind mapping dengan kertas klik disini

5 TUGAS MANDIRI
BUATLAH KARYA MIND-MAPPING DI BUKU GAMBARMU (halaman 3) TENTANG...
  • Kelebihan, yang diri kamu miliki, berikan penjelasan masing-masing poinnya.
  • Kelemahan diri kamu yang harus diantisipasi sebagai hambatan, berikan penjelasan masing-masing poinnya.
  • Harapan/tujuan dirimu yang ingin kamu wujudkan di masa depan, jelaskan dengan menggunakan rumus 5W1H agar lebih jelas dan mudah.  
  • Potensi/keunggulan diri kamu yang bisa digunakan sebagai  kekuatan mewujudkan apa yang ingin kamu raih dimasa depan.
KETENTUAN TUGAS :
  • TULIS NAMAMU DULU, mulailah dari namamu terlebih dahulu, kemudian baru bercabang kepada 4 hal tentang dirimu yang harus dijelaskan diatas.
  • FULL COLOR, kamu boleh menggunakan berbagai macam alat gambar dan alat tulis yang kamu miliki. 
  • MANUAL, proses berkarya menggunakan teknik manual, namun boleh membuat dulu secara digital (misalnya: CANVA) kemudian baru ditiru ke buku gambar secara manual.
  • KREATIF, dalam pembuatan boleh mengkombinasikan teknik kolase, montase, mozaik, maupun mixed media
  • ESTETIK, maksimalkan karyamu dan berikan tampilan yang terbaik.
  • MEDIA, gunakan kertas gambar A3 pada buku gambarmu, halaman ketiga

6 TIMELINE
Tugas mind mapping dikerjakan maksimal 3x pertemuan

KARYA TUGAS 2 SKETSA TINTA

KARYA TUGAS 2 SKETSA TINTA



1 GAYA BELAJAR
GAYA BELAJAR VISUAL
Gaya belajar visual berfokus pada penglihatan siswa. Artinya, seseorang harus terlebih dahulu menunjukkan bukti konkrit agar mereka bisa mengerti. Gaya belajar ini bergantung pada kemampuan penglihatan dan melihat bukti terlebih dahulu dan kemudian mempercayainya. 
Ada beberapa karakteristik yang unik pada siswa dengan gaya belajar visual antara lain : 1) Kebutuhan untuk melihat secara visual sesuatu (informasi/pelajaran)  untuk mengetahui dan memahaminya 2) Memiliki sensitivitas warna yang kuat  3) Pemahaman penuh tentang masalah artistik 4) Sulit untuk berbicara secara langsung 5) Terlalu banyak reaksi terhadap suara 6) Kesulitan dalam mengikuti anjuran  lisan 7) Sering salah memahami kata dan bahasa.

GAYA BELAJAR AUDITORI
Sebuah gaya belajar yang mengandalkan mendengarkan pemahaman dan memori. Karakteristik gaya belajar ini memungkinkan seseorang dalam mendengar sarana utama menyerap informasi dan pengetahuan. Dengan kata lain, kita harus mendengarkan. Dengan begitu,seseorang dapat mengingat dan memahami informasi tersebut. 
Ada beberapa karakteristik yang unik bagi siswa dengan gaya belajar auditoril antara lain :
1) Siswa dengan gaya belajar ini menerima semua informasi yang hanya dapat ditangkap melalui pendengaran.
2) Kesulitan dalam menyerap informasi tertulis secara langsung. Dan
3) Sulit untuk menulis atau membaca. Kata-kata khas yang digunakan oleh tunarungu dalam percakapan dekat dengan frasa “Saya dapat mendengar Anda” dan kecepatan bicaranya lambat.

GAYA BELAJAR KINESTETIK
Pembelajaran yang menuntut pembelajar untuk menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar dapat mengingatnya. Tentu saja, ada ciri-ciri gaya belajar seperti ini yang tidak semua individu belajar.
Tempatkan tangan seseorang sebagai penerima informasi utama sehingga dapat lebih mengingat karakteristik yang khas dari siswa dengan gaya belajar kinetik. Siswa dengan gaya belajar ini dapat menyerap informasi hanya dengan memilikinya, tanpa harus membaca penjelasannya.

2 TUGAS MANDIRI VISUAL
*AMATI CARA MENGGAMBAR POHON PADA LINK BERIKUT : KLIK DISINI,
*CARI SEBUAH "TANAMAN DALAM POT" DISEKITAR SEKOLAH/RUMAHMU
*BUAT GAMBAR TANAMAN TERSEBUT DI BUKU GAMBARMU HALAMAN 2
(KAMU BOLEH MEMFOTO TANAMAN TERSEBUT TERLEBIH DAHULU SEBELUM MENGGAMBARNYA, USAHAKAN TAMPAK UTUH DALAM FOTO)
*ALAT YANG BOLEH DIGUNAKAN UNTUK MEMBUAT GAMBAR HANYA SPIDOL HITAM KECIL ATAU PULPEN TINTA. DAN DIGUNAKAN LANGSUNG TANPA AWALAN PENSIL.
(INGAT!!! GAMBAR TIDAK BOLEH DIAWALI DENGAN PENSIL DAHULU)

3 TUGAS MANDIRI AUDITORI
*DENGARKAN CARA MENGGAMBAR POHON PADA LINK BERIKUT : KLIK DISINI,
*CARI SEBUAH "TANAMAN DALAM POT" DISEKITAR SEKOLAH/RUMAHMU
*BUAT GAMBAR TANAMAN TERSEBUT DI BUKU GAMBARMU HALAMAN 2
(KAMU BOLEH MEMFOTO TANAMAN TERSEBUT TERLEBIH DAHULU SEBELUM MENGGAMBARNYA, USAHAKAN TAMPAK UTUH DALAM FOTO)
*ALAT YANG BOLEH DIGUNAKAN UNTUK MEMBUAT GAMBAR HANYA SPIDOL HITAM KECIL ATAU PULPEN TINTA. DAN DIGUNAKAN LANGSUNG TANPA AWALAN PENSIL.
(INGAT!!! GAMBAR TIDAK BOLEH DIAWALI DENGAN PENSIL DAHULU)

4 TUGAS MANDIRI KINESTETIK
*IKUTI CARA MENGGAMBAR POHON PADA LINK BERIKUT : KLIK DISINI,
*CARI SEBUAH "TANAMAN DALAM POT" DISEKITAR SEKOLAH/RUMAHMU
*BUAT GAMBAR TANAMAN TERSEBUT DI BUKU GAMBARMU HALAMAN 2
(KAMU BOLEH MEMFOTO TANAMAN TERSEBUT TERLEBIH DAHULU SEBELUM MENGGAMBARNYA, USAHAKAN TAMPAK UTUH DALAM FOTO)
4. ALAT YANG BOLEH DIGUNAKAN UNTUK MEMBUAT GAMBAR HANYA SPIDOL HITAM KECIL ATAU PULPEN TINTA. DAN DIGUNAKAN LANGSUNG TANPA AWALAN PENSIL.
(INGAT!!! GAMBAR TIDAK BOLEH DIAWALI DENGAN PENSIL DAHULU)




KARYA TUGAS 1 IDENTITAS ESTETIK

KARYA TUGAS 1 IDENTITAS ESTETIK



1 TUJUAN PEMBELAJARAN

  • Menunjukkan kemampuan siswa dalam menggunakan alat gambar sederhana
  • Memperagakan bagaimana menggunakan alat gambar sederhana
  • Mengevaluasi kemampuan siswa dalam menggunakan alat gambar yang dimiliki
  • Membuat karya identitas diri 

2 MATERI PELAJARAN
Materi tentang Hand Letteringklik disini
Materi tentang Dasar-dasar Menulis Indahklik disini

3 CONTOH KARYA
Contoh karya Hand Lettering klik disini
Contoh karya Kaligrafi Nama : klik disini

4 CARA MEMBUAT
Cara membuat LETTERING klik disini
Cara menulis Nama Estetikklik disini

5 TUGAS MANDIRI
Buat tulisan NAMA LENGKAP, KELAS dan NOMER ABSEN di buku gambar halaman 1, kemudian hias dengan elemen-elemen estetis sebagus mungkin.

KETENTUAN TEKNIS :
  • ALAT YANG DIGUNAKAN  hanya 2 yaitu spidol hitam kecil (sebagai garisnya) dan pensil (sebagai arsirnya)
  • MONOCHROME, Buat karyamu dengan warna abu-abu pensil, hitam dan putih kertas.
  • TEKNIS, untuk teknis bebas... silahkan maksimalkan kemampuanmu menggunakan pensil dan spidol hitam kecil
TIMELINE
Pengerjaan karya maksimal 2x pertemuan

Most Recent