UNIT 6 - PENCIPTAAN DESAIN
UNIT 5 - Dasar dan Fungsi Desain Dalam Kehidupan Sehari-Hari
UNIT 5 - Dasar dan Fungsi Desain Dalam Kehidupan Sehari-Hari
TEKNIK WARNA BERLAPIS MENGGUNAKAN CAT
- Langkah pertama yang dilakukan adalah kita siapkan gambar yang mau diwarna.
- Kemudian buat satu warna paling muda/tipis, kemudian warnakan pada bidang, dan tunggu sampai kering.
- Buat satu warna lagi dengan intensitas lebih tua/tebal sedikit dari warna yang pertama, kemudian sapuhkan pada bidang. Sisakan sedikit agar warna pertama masih terlihat, lalu tunggu kering lagi
- Buat warna lagi dengan intensitas lebih tua/tebal dari warna sebelumnya, dan sapuhkan pada lapis berikutnya.
- Lanjutkan seterusnya berulang ulang, sampai lapis warna paling tebal.
- Bisa juga menggunakan lebih dari 1 warna, sehingga lebih bisa bervariasi.
- CATATAN PENTING : PERHATIKAN ILMU TENTANG LINGKARAN WARNA
GAMBAR DEKORATIF & LUKISAN MOTIF BATIK
GAMBAR DEKORATIF
Gambar dekoratif adalah representasi visual yang dibuat dengan tujuan
untuk mempercantik atau meningkatkan estetika suatu objek, ruang, atau karya
seni, tanpa harus menyampaikan informasi khusus atau memiliki fungsi praktis
tertentu. Gambar ini dirancang untuk memberikan elemen keindahan visual dan
dapat muncul dalam berbagai bentuk dan media, seperti lukisan, cetakan, foto,
atau seni digital.
Berbeda dengan gambar yang memiliki tujuan komunikatif atau informatif,
gambar dekoratif cenderung fokus pada aspek estetika dan keindahan. Mereka
sering digunakan dalam konteks desain interior, seni rupa, dan dekorasi untuk
menciptakan atmosfer yang menyenangkan atau menarik di suatu tempat.
Karakteristik gambar dekoratif dapat mencakup berbagai elemen artistik,
seperti warna-warna yang harmonis, bentuk-bentuk estetis, dan komposisi visual
yang menarik. Seringkali, gambar dekoratif juga mencerminkan gaya atau tema
tertentu yang sesuai dengan keinginan desainer atau pemilik ruang.
Penting untuk dicatat bahwa meskipun gambar dekoratif mungkin tidak
memiliki pesan spesifik atau informasi yang disampaikan, keberadaan dan
penempatannya dapat memiliki dampak signifikan pada suasana dan mood suatu
tempat. Gambar dekoratif dapat digunakan untuk menciptakan atmosfer yang
nyaman, menginspirasi kreativitas, atau sekadar menambahkan sentuhan visual
yang menyenangkan.
Top of Form
LUKISAN MOTIF BATIK
Lukisan motif batik merujuk pada karya seni lukisan yang terinspirasi
oleh desain dan motif tradisional batik. Motif batik telah menjadi sumber
inspirasi yang kaya bagi seniman dan pelukis untuk menciptakan karya-karya yang
menggabungkan keindahan desain tradisional dengan medium lukisan. Berikut
adalah penjelasan lebih detail tentang lukisan motif batik:
- Motif dan
Desain:
- Lukisan
motif batik mencakup berbagai desain dan motif yang biasanya terkait
dengan warisan budaya batik.
- Motif
tersebut dapat melibatkan pola geometris, flora, fauna, atau
simbol-simbol tradisional yang memiliki makna dalam konteks budaya.
- Medium dan
Teknik Lukisan:
- Cat Akrilik,
Cat Air atau Cat Poster:
Seniman menggunakan berbagai media lukisan, seperti cat minyak, akrilik,
atau cat air, untuk menciptakan lukisan motif batik.
- Teknik
Layering: Seperti pada
batik asli, seniman sering menggunakan teknik layering dalam lukisan
untuk menciptakan efek dimensi dan kedalaman.
- Warna
Tradisional Batik:
- Lukisan
motif batik cenderung menggunakan palet warna tradisional yang sering
terlihat dalam batik asli, termasuk warna-warna alam seperti biru,
cokelat, hijau, dan merah.
- Detail dan
Kekerapan Motif:
- Seniman
dapat memilih untuk mempertahankan detail dan kekerapan motif batik yang
khas atau mengembangkan variasi baru berdasarkan elemen-elemen
tradisional tersebut.
- Inspirasi
Lokal dan Budaya:
- Lukisan
motif batik sering kali mencerminkan inspirasi lokal dan budaya dari
daerah tertentu. Setiap daerah mungkin memiliki gaya dan motif batik yang
khas.
- Penyesuaian
dengan Gaya Kontemporer:
- Beberapa
seniman memadukan motif batik dengan elemen-elemen kontemporer atau gaya
seni modern untuk menciptakan karya yang lebih inovatif dan unik.
- Penciptaan
Karya Seni Kontemporer:
- Lukisan
motif batik dapat mencakup berbagai karya seni kontemporer, termasuk
lukisan di atas kanvas, panel kayu, atau medium lainnya.
- Fungsi dan
Penggunaan:
- Karya seni
ini dapat digunakan sebagai dekorasi interior, dijual sebagai barang
seni, atau dipamerkan dalam galeri seni.
- Beberapa
seniman mungkin juga menciptakan lukisan motif batik untuk merespons atau
menghormati tradisi batik dan memberikan sudut pandang baru terhadap seni
tradisional tersebut.
Lukisan motif batik memberikan peluang bagi seniman untuk
mengekspresikan kreativitas mereka sambil mempertahankan nilai-nilai dan
keindahan tradisional batik. Karya-karya ini dapat menjadi bentuk penghormatan
terhadap seni dan warisan budaya serta meramaikan dunia seni rupa kontemporer.
Top of Form
Contoh lukisan motif batik mungkin mencakup:
- Motif
Geometris:
- Lukisan
mungkin menampilkan pola geometris seperti kotak-kotak, garis-garis, atau
segi enam yang umumnya terdapat dalam batik tradisional.
- Motif
Flora dan Fauna:
- Lukisan
dapat menggambarkan motif batik yang terinspirasi dari alam, seperti
bunga-bunga, daun, atau hewan yang sering muncul dalam desain batik.
- Motif
Simbolik:
- Beberapa
seniman mungkin menciptakan lukisan yang mengandung simbol-simbol
tradisional atau makna khusus yang sering ditemukan dalam batik.
- Penggunaan
Warna Tradisional:
- Palet warna
tradisional batik, seperti biru, cokelat, hijau, merah, dan kuning,
mungkin dominan dalam lukisan.
- Teknik
Layering:
- Lukisan
motif batik bisa mencerminkan teknik layering, di mana warna dan detail
motif diterapkan secara bertahap untuk menciptakan efek dimensi.
- Adaptasi
Kontemporer:
- Beberapa
seniman mungkin mengadaptasi motif batik ke dalam gaya lukisan
kontemporer dengan menambahkan elemen modern atau memvariasikan motif
tradisional untuk menciptakan kesan yang segar.
KALIGRAFI dan LETTERING
KALIGRAFI
Kaligrafi
itu seni menulis atau menggambar huruf, tapi nggak sekadar soal tulisan biasa.
Kata “kaligrafi” sendiri asalnya dari bahasa Yunani—“kallos” yang berarti
indah, dan “grapho” yang artinya menulis. Jadi jelas, sejak awal udah ada unsur
seni di sana. Dalam praktiknya, kaligrafi main-mainin berbagai bentuk dan gaya
huruf, supaya hasilnya nggak cuma bisa dibaca, tapi juga enak banget dipandang.
Dari
zaman dulu, kaligrafi punya peran penting di banyak budaya. Awalnya dipakai
buat nulis teks agama—misalnya ayat Al-Qur’an dalam Islam, atau kitab suci di
tradisi Kristen. Tapi makin ke sini, kaligrafi berkembang jadi seni yang
berdiri sendiri. Sekarang, bukan cuma buat nulis ayat suci, tapi juga jadi
dekorasi, bahkan inspirasi logo modern.
Seniman
kaligrafi punya banyak alat andalan. Ada pena khusus, kuas, sampai alat digital
kayak komputer. Soal gaya, kaligrafi Arab misalnya, punya Kufi, Naskhi, dan
Thuluth. Di kaligrafi Latin, ada Uncial, Italic, sampai Gothic—masing-masing
punya ciri khas sendiri.
Yang
menarik, kaligrafi nggak cuma soal cantiknya huruf. Ada harmoni, proporsi,
keseimbangan—semua harus pas. Sedikit aja salah garis atau posisi, hasil
akhirnya bisa langsung kelihatan aneh. Di balik keindahannya, kaligrafi juga
punya nilai spiritual dan butuh teknik yang nggak main-main.
Kaligrafi
Arab biasanya dipakai buat menulis ayat-ayat Al-Qur’an. Gaya-gayanya mulai dari
Naskh, Thuluth, sampai Kufi. Sedangkan kaligrafi Latin, pakai abjad Latin dan
punya gaya seperti Uncial, Italic, Gothic, atau Copperplate.
Alatnya
juga beragam. Pena kaligrafi biasanya punya ujung yang bisa diganti-ganti,
supaya bisa bikin garis dengan lebar berbeda. Ada juga kuas buat nulis pakai
tinta atau cat air. Tintanya pun khusus, biar alirannya mulus dan hasilnya
maksimal.
Untuk
teknik, ada Tughra—gaya khas Kekaisaran Ottoman buat tanda tangan dokumen
resmi. Ada juga Diwani, gayanya rumit dan artistik, biasanya dipakai untuk
surat resmi atau dokumen hukum. Kadang, karya kaligrafi makin mewah dengan
illumination—ornamen dan ilustrasi yang menghiasi huruf.
Kaligrafi
punya sejarah panjang. Dari tulisan tangan di naskah kuno, sekarang jadi seni
yang dihargai di mana-mana. Nggak cuma soal estetika, tapi juga media
mengekspresikan nilai spiritual, terutama di tulisan agama.
Sekarang,
kaligrafi nggak cuma dikerjain manual. Banyak seniman pakai software desain
grafis buat bikin karya digital. Banyak juga yang suka ngolah tradisi lama
dengan sentuhan teknologi baru. Intinya, kaligrafi itu seni yang unik,
kompleks, selalu berkembang, dan nggak pernah ngebosenin.
LETTERING
Lettering
itu seni bikin huruf pakai tangan, biasanya buat hiasan atau bikin desain yang
unik. Beda sama kaligrafi yang lebih soal teknik nulis, lettering lebih main di
desain hurufnya—ngatur bentuk, gaya, sama nuansa tiap huruf biar jadi satu
karya yang punya karakter. Di sini, seniman bebas banget mau bereksperimen.
Hurufnya bisa macem-macem, nggak harus seragam, bahkan kadang sengaja dibuat
beda-beda biar lebih hidup.
Biasanya,
lettering sering muncul di poster, spanduk, logo, tanda, sampai mural di
tembok-tembok kota. Karena nggak ada aturan kaku, seniman bisa bebas mainin
ukuran, warna, nambahin efek bayangan, garis tepi, atau elemen dekoratif lain.
Pokoknya, semua sah aja selama hasilnya menarik.
Buat
alatnya, nggak terbatas. Ada yang suka pakai pena, kuas, spidol, atau mulai
dari pensil dulu buat bikin sketsa. Banyak juga yang sekarang langsung digital,
pakai tablet atau aplikasi desain. Jadi, siapa aja bisa coba—mau yang suka cara
tradisional atau yang lebih demen digital.
Di
dunia kreatif, lettering dipakai buat banyak hal: bikin identitas merek, desain
kemasan, sampai elemen visual biar produk gampang dikenali. Lettering bukan
cuma soal bikin huruf, tapi gimana caranya huruf itu bisa ngasih pesan visual
yang kuat dan gampang diingat.
Intinya,
lettering itu seni merancang huruf dengan tangan—bukan cuma biar kelihatan
cantik, tapi juga punya jiwa. Gaya-gayanya banyak banget. Misalnya:
1.
Gaya Lettering:
-
Serif: Huruf ada
“ekor” atau ornamen di ujung. Kesan klasik, agak formal.
-
Sans-serif: Tanpa
ornamen, jadi kelihatan simpel dan modern.
-
Script: Huruf
mirip tulisan tangan. Biasanya lebih bebas, kadang elegan.
-
Display: Gaya
yang sengaja dibikin menonjol, cocok buat judul atau logo.
2.
Teknik dan Alat:
-
Pena & Kuas:
Buat garis yang tebal-tipisnya beda, hasilnya bisa dramatis banget.
-
Spidol: Enak buat
permukaan besar atau buat hasil yang tegas.
-
Pensil: Biasanya
jadi alat pertama buat sketsa sebelum diwarnai atau ditebalkan.
3.
Komposisi dan Desain:
-
Kerning: Ngatur
jarak antar huruf biar rapi dan enak dilihat.
-
Tracking: Spasi
antar huruf dalam satu kata atau kalimat.
-
Leading: Jarak
antar baris, biar tulisan nggak dempet-dempetan.
4.
Warna dan Dekorasi:
-
Warna: Bikin
huruf kelihatan hidup, nggak ngebosenin.
-
Efek bayangan
& highlight: Bikin huruf kelihatan timbul dan punya kedalaman.
5.
Penggunaan Lettering:
-
Desain Grafis:
Dipakai di poster, kartu ucapan, branding, dan banyak lagi.
-
Street Art:
Sering muncul di mural atau graffiti, bagian ekspresi seni di ruang publik.
-
Logo: Banyak logo
keren yang idenya dari lettering unik.
6.
Lettering Digital:
-
Aplikasi Desain:
Sekarang gampang banget bikin lettering digital, tinggal pilih aplikasi yang
cocok.
-
Tablet Grafis:
Pakai stylus, hasilnya bisa presisi, tetap dapat feel manual tapi lebih
fleksibel.
Yang
seru dari lettering, tiap karya punya kepribadian sendiri, sesuai pembuatnya.
Kadang justru gara-gara ada bentuk yang nggak sempurna, hasilnya malah makin
punya daya tarik. Jadi, nggak usah takut salah—justru di situ letak seninya.
PERBEDAAN
KALIGRAFI DAN LETTERING
Kaligrafi
dan lettering memang sama-sama soal huruf, tapi sebenarnya beda banget dari
tujuan, teknik, sampai fokusnya. Nih, biar nggak bingung, aku jelasin satu per
satu:
1.
Fokus Utama:
-
Kaligrafi itu
intinya seni menulis huruf yang indah. Setiap goresan harus rapi, garisnya
halus, dan bentuk hurufnya seimbang banget.
-
Lettering beda
lagi. Fokusnya desain huruf yang kreatif dan dekoratif. Nggak ada aturan wajib
soal teknik menulis formal, jadi bisa bebas banget bereksperimen.
2.
Tujuan Penggunaan:
-
Kaligrafi
biasanya dipakai buat hal-hal yang sakral atau penting, kayak teks agama,
naskah kuno, atau hiasan dinding yang klasik.
-
Kalau lettering,
lebih sering muncul di dunia desain. Contohnya di poster, logo, kartu ucapan,
sampai branding produk.
3.
Teknik dan Alat:
-
Kaligrafi umumnya
pakai alat khusus, kayak pena atau kuas khusus plus tinta tertentu, jadi
hasilnya khas banget.
-
Lettering jauh
lebih fleksibel. Mau pakai pena, spidol, kuas, atau langsung digital di tablet
juga bisa.
4.
Ketelitian Teknik:
-
Di kaligrafi,
ketelitian itu wajib. Ada aturannya sendiri, apalagi kalau masih pakai gaya
tradisional.
-
Sementara
lettering, senimannya bisa bebas berekspresi. Nggak ada aturan mati, jadi tiap
orang bisa punya gaya unik.
5.
Fleksibilitas Kreatif:
-
Kaligrafi memang
punya batasan tertentu karena harus ngikutin aturan dan gaya, meski tetap bisa
eksplorasi ornamen kecil.
-
Lettering jauh
lebih bebas. Gaya, warna, sampai elemen dekoratif lainnya bisa dieksplorasi
semau hati.
6.
Penerapan Digital:
-
Dulu kaligrafi
cuma manual, tapi sekarang udah bisa digital juga pakai software desain.
-
Lettering malah
lebih gampang dibawa ke dunia digital. Banyak banget seniman lettering yang
sekarang mainnya di tablet atau komputer.
Jadi
intinya, lettering itu soal kebebasan berekspresi pakai huruf, sedangkan
kaligrafi lebih ke seni menulis yang presisi dan penuh teknik. Dua-duanya punya
daya tarik sendiri dan bikin dunia seni huruf makin seru.
oleh
: BAHARFIAN NOVRIANTO
SENI RUPA 2 DIMENSI
Karya
seni rupa ada di sekitar kita. Seringkali kita tidak menyadari bahwa
benda-benda yang dekat dengan aktivitas kita sehari-hari adalah karya seni
rupa. Karya seni rupa ini ada yang berdimensi dua dan berdimensi tiga. Tahukah
kamu apa artinya dimensi dalam karya seni rupa? Karya seni rupa dua atau tiga
dimensi dibedakan dari bagian karya yang dicerap oleh mata. Pada bagian inilah
kamu akan melihat bentuk objek yang terdapat didalamnya.
Cobalah
amati benda di sekitar kamu, maka kamu akan dapat membedakan benda yang
berdimensi dua atau berdimensi tiga. Tunjukkan mana benda atau karya seni rupa
yang berdimensi dua. Karya seni rupa dua dimensi (2D) ada yang memiliki fungsi
pakai dan ada yang memiliki fungsi hias atau fungsi ekspresi saja.
Ada
berbagai aspek dalam karya seni rupa dua dimensi. Berbagai unsur rupa seperti
garis, bentuk, bidang, warna disusun sedemikian rupa sehingga membentuk objek
tertentu pada karya seni rupa dua dimensi tersebut. Untuk mewujudkan karya seni
rupa dua dimensi ini digunakan berbagai bahan, medium dan teknik sesuai dengan
objek dan fungsi yang diinginkan.
SENI
RUPA DUA DIMENSI
Istilah
“Seni Rupa” seringkali kamu jumpai baik dalam bentuk tulisan maupun
diperbincangkan secara lisan. Tahukah kamu apa sebenarnya Seni Rupa itu?
Cobalah diskusikan dengan temanmu di kelas tentang pengertian dari kata “seni
rupa”. Perhatikan kembali benda-benda di sekitar kamu, tunjukkan benda apa saja
yang termasuk karya seni rupa?
Berbagai
karya seni rupa di sekeliling kita, memiliki banyak macam ragamnya. Walaupun
demikian, karya seni rupa dapat digolongkan berdasarkan jenisnya dengan
mengkategorikan kesamaan karakteristik karya yang satu dengan yang lainnya.
Dapatkah kamu membedakan karakteristik dasar karya seni rupa yang satu dengan
yang lainnya? Pada binatang, misalnya penggolongan dapat didasarkan pada jenis
kelamin, ada jantan ada betina. Pada tumbuhan, misalnya dapat dikategorikan
berdasarkan fungsinya. Ada tumbuhan yang ditanam sebagai hiasan untuk
memperindah taman ada juga tumbuhan yang ditanam untuk dikonsumsi. Demikian
juga dalam hal karya seni rupa, secara sederhana, kamu dapat membedakan
berdasarkan bentuk (dimensi) maupun fungsinya.
Berdasarkan
dimensinya, karya seni rupa dibagi dua yaitu, karya seni rupa dua dimensi yang
mempunyai dua ukuran dan karya seni rupa tiga dimensi yang mempunyai tiga
ukuran atau memiliki ruang. Tahukah kamu ukuran yang dimaksud dalam karya seni
rupa dua dan tiga dimensi? Berdasarkan fungsinya, karya seni rupa ada yang
dibuat dengan pertimbangan utama untuk memenuhi fungsi praktis. Karya seni rupa
semacam ini dikategorikan dalam jenis karya seni rupa terapan (applied art).
Pembuatan karya seni (rupa) terapan ini umumnya melalui proses perancangan
(desain). Pertimbangan aspek-aspek kerupaan dalam karya seni terapan berfungsi
untuk memperindah bentuk dan tampilan sebuah benda serta meningkatkan
kenyamanan
penggunaanya. Tahukah kamu benda-benda apa saja yang ada di sekitar kamu yang
dikategorikan sebagai karya seni rupa terapan? Sebaliknya ada karya seni rupa
yang dibuat dengan tujuan untuk dinikmati keindahan dan keunikannya saja tanpa
mempertimbangkan fungsi praktisnya. Karya seni rupa dengan kategori ini disebut
karya seni rupa murni yang umumnya digunakan sebagai elemen estetis untuk
”memperindah” ruangan atau tempat tertentu.
Selain berdasarkan bentuk (dimensi) dan fungsinya, karya
seni rupa juga digolongkan berdasarkan karakteristik media (alat, teknik, dan
bahan) serta orientasi pembuatannya. Berdasarkan karakteristik tersebut kita
mengenal berbagai jenis karya seni rupa seperti seni lukis, seni patung, seni
grafis, seni kriya, dan desain.
Seni rupa 2 dimensi adalah karya seni rupa yang hanya
memiliki dua ukuran atau sisi, mudahnya karya ini hanya memiliki panjang dan
lebar saja, tanpa dimensi ketiga yaitu: ruang (z). Contohnya adalah lukisan,
seni grafis, ilustrasi dan karya rupa lain yang digambar diatas permukaan
datar.
Istilah ini muncul ketika seni rupa dibedakan berdasarkan
dimensinya, yaitu karya seni rupa dua dimensi dan seni rupa 3 dimensi.
Penggolongan seperti ini dilakukan agar kita memahami seberapa jauh cakupan
seni rupa dapat dibedakan.
Misalnya, seni rupa juga dapat dibedakan berdasarkan
fungsinya. Yaitu, seni rupa terapan (applied art) yang pembuatannya melalui
proses perancangan (desain), dan seni rupa murni, karya yang dibuat dengan tujuan
untuk dinikmati keindahan dan keunikannya saja tanpa mempertimbangkan fungsi
praktisnya.
Selain berdasarkan bentuk (dimensi) dan fungsinya, karya
seni rupa juga dapat dibedakan berdasarkan karakteristik media (alat, teknik,
dan bahan) dan orientasi pembuatannya. Berdasarkan karakteristik tersebut, seni
rupa terbagi menjadi: seni lukis, seni grafis, seni patung, seni kriya, dan
desain.
Ketika kita mengetahui setiap jenis seni rupa berdasarkan
parameter fungsinya, maka akan jauh lebih mudah bagi kita untuk mengapresiasi
atau menciptakan karya spesifik yang inign kita pelajari. Karena setiap jenis
karya seni rupa yang berbeda akan membutuhkan treatment yang berbeda pula.
Jika berbicara terdapat karya yang memiliki dimensi lebih
dari karya dua dimensi, maka akan muncul pertanyaan dan pernyataan bahwa seni
rupa tiga dimensi adalah sesuatu yang lebih baik atau muktahir. Seperti
bagaimana video game bergrafik 3d akan otomatis disebut lebih bagus daripada
game kartun 2d.
Namun, seni ini tetap bertahan dan masih terus digunakan
dengan alasan yang sangat rasional. Karena kurangnya dimensi pada seni rupa 2
dimensi justru memancing imajinasi lebih dari audiensnya. Gambar yang hanya
dapat dilihat pada permukaan datar lebih mudah untuk menciptakan berbagai
narasi dan teks diluar wujud fisiknya sendiri. Fokus pemirsa secara simultan
akan mengapresiasi wujud fisik dan wujud batin dari karya 2d.
Dengan cepat, gambar dua dimensi dapat memancarkan
berbagai pesan atau narasi yang akan membuat pemirsa gatal untuk
menafsirkannya. Hal ini berbeda dengan
seni rupa 3 dimensi yang karena memiliki dimensi yang sama dengan dunia
nyata. Karena wujudnya yang terlalu sama dengan alam, justru malah menimbulkan
pengabaian atau kesulitan untuk mengapresiasi wujud batin. Ini sebabnya mengapa
masyarakat umum lebih mudah untuk menikmati dan memahami lukisan ketimbang seni
instalasi.
UNSUR FISIK SENI RUPA 2 DIMENSI
1.
TITIK. Unsur terkecil dan awal dari sebuah karya, koordinat tanpa
dimensi atau area. Sebenarnya titik digunakan untuk menciptakan unsur yang
lain, karena itu terkadang beberapa ahli lain tidak memasukan titik sebagai
unsur seni rupa. Menurut Sadjiman Ebdi Sanyoto (2009: 94), “secara umum
dimengerti bahwa suatu bentuk disebut sebagai titik karena ukurannya yang
kecil, dikatakan kecil karena obyek tersebut berada pada area yang luas dan
manakala dengan obyek yang sama dapat dikatakan besar apabila diletakan pada
area yang sempit.” Pendapat tersebut membahas dengan apik tentang relativitas
ukuran. Titik dapat menjadi lingkaran pada area sempit bahkan menjadi tekstur
saat dibuat kecil, banyak dan memenuhi area yang besar dengan pengulangan dan
ritma.
2. GARIS (LINE). Garis adalah unsur fisik yang mendasar dan penting untuk
menciptakan karya seni rupa. Garis memiliki dimensi datar memanjang, arah dan
sifat-sifat khusus seperti: pendek, panjang, vertikal, horizontal, lurus,
melengkung, berombak, dst.
3. RAUT (BIDANG DAN BENTUK). Raut merupakan tampak, potongan
atau wujud dari suatu objek. Istilah ”bidang” digunakan untuk menunjuk wujud
benda yang datar, sedangkan bangun /bentuk menunjukkan wujud benda yang tampak
memiliki volume (mass), meskipun pada seni rupa 2 dimensi, volume tersebut
hanya ilusi.
4.
RUANG. Ruang dalam karya seni rupa 2 dimensi berarti kesan dimensi
dari objek atau background yang terdapat pada karya seni. Ruang dihadirkan
melalui perbedaan intensitas gelap-terang, warna, hingga menggunakan teknik
menggambar perspektif untuk menciptakan ruang semu (khayal).
5.
TEKSTUR (BARIK). Unsur rupa yang menunjukan kualitas taktil dari suatu
permukaan atau penggambaran struktur permukaan suatu objek pada karya seni
rupa. Terdapat tekstur semu (buatan) dan tekstur asli. Tekstur asli adalah
perbedaan ketinggian permukaan objek yang nyata dan dapat diraba (seperti cat
timbul). Sementara tekstur semu/buatan adalah kesan semu permukaan objek yang
direka melalui pengolahan unsur garis, gelap-terang, dsb.
6.
GELAP-TERANG. Gerap terang adalah rekaan perbedaan intensitas cahaya yang
jatuh pada permukaan benda yang digambar/dilukis pada karya seni rupa 2dimensi.
Bagian yang terkena cahaya harus dibuat lebih terang dan bagian yang kurang
terkena cahaya akan harus tampak lebih gelap.
7.
WARNA. Warna adalah unsur rupa yang paling menarik perhatian. Menurut
teori warna Brewster, semua warna yang ada berasal dari tiga warna pokok
(primer) yaitu merah, kuning, dan biru. Dalam berkarya seni rupa terdapat
beberapa teknik penggunaan warna, yaitu secara harmonis, heraldis, murni, monokromatik
dan polikromatik.
MEDIUM
DAN BAHAN KARYA SENI RUPA 2 DIMENSI
Bahan
berkarya seni rupa adalah material habis pakai yang digunakan untuk mewujudkan
karya seni rupa tersebut. Sesuai dengan keragaman jenis karya seni rupa, bahan
untuk berkarya seni rupa ini juga banyak macam dan ragamnya, ada yang berfungsi
sebagai bahan utama (medium) dan ada pula sebagai bahan penunjang.
Bahan
karya seni rupa adalah material pakai yang dapat habis ketika digunakan untuk
menciptakan karya seni. Seperti jenisnya yang beragam, bahan untuk berkarya
seni juga sangat beranekaragam. Ada yang berfungsi sebagai bahan utama atau
disebut medium, ada juga bahan yang menunjang.
Contohnya,
karya seni lukis dibuat menggunakan kanvas dan cat sebagai bahan utama,
kemudian kayu dan paku sebagai bahan penunjang. Kayu digunakan sebagai bahan
bingkai pembentang kanvas dan biasa disebut dengan spanram (stretch board)
Berdasarkan
sumber bahan dan proses pengolahannya, bahan untuk berkarya seni rupa 2 dimensi
juga dapat dikategorikan menjadi bahan alami dan bahan sintetis. Bahan baku
alami adalah material yang bahan dasarnya berasal dari alam dan diolah tanpa
proses kimiawi. Sementara bahan sintetis adalah bahan-bahan alam yang telah
diolah melalui proses industri atau pabriksasi tertentu, sehingga menjadi bahan
baru yang memiliki sifat dan karakter khusus yang baru pula.
Berdasarkan
sifat materialnya, bahan berkarya seni rupa ini dapat juga dikategorikan ke
dalam bahan lunak, keras, bahan cair dan padat, dan sebagainya.
ALAT
BERKARYA SENI RUPA DUA DIMENSI
Alat
berkarya seni rupa sangat banyak jenis dan ragamnya. Ketika berkarya seni rupa
2 dimensi dikenal beberapa kategori alat utama, yaitu alat untuk menggambar,
membentuk, dan mewarnai, h alat mencetak (melipatgandakan).
Seperti
pada medium, dalam berkarya juga terdapat alat tidak secara khusus digunakan
untuk kegiatan seni rupa, namun sangat diperlukan dalam kegiatan berkarya seni
rupa seperti: alat pemotong (gunting atau pisau), alat pengukur, dan sebagainya.
Alat-alat
tersebut bersifat penunjang untuk mempermudah proses pembuatan karya. Kemajuan
teknologi juga saat ini membuat berkarya seni rupa dapat diasistensi atau
dilakukan dengan menggunakan komputer.
Meskipun
begitu, harus selalu disadari betul bahwa komputer hanyalah alat bantu. Karya
seni ataupun desain yang identik dengan teknologi digital tetap membutuhkan
kepekaan rasa yang sulit bahkan hampir tidak mungkin dapat diciptakan oleh
program komputer.
Kepekaan
rasa seni atau sense of art adalah kompetensi unik dan khas yang hanya dimilki
oleh manusia. Setiap manusia biasanya memiliki gaya dan ciri khas yang berbeda
antara satu orang dengan yang lainnya, dan inilah yang membuat seseorang dapat
menjadi seorang seniman.
TEKNIK
BERKARYA SENI RUPA DUA DIMENSI
Berkarya seni rupa 2 dimensi membutuhkan keterampilan teknis menggunakan alat dan mengolah bahan untuk mewujudkan karya yang garap. Sebagai contoh, untuk menciptakan karya lukisan, seorang perupa harus menguasai keterampilan teknis menggunakan kuas dan mencampur cat (mengolah bahan) pada kanvas (medium).
Beberapa teknik karya seni rupa juga dapat sangat spesifik
terhadap satu bidang saja. Seni kriya Batik misalnya, membutuhkan teknik khas
dan unik untuk membatik. Suatu teknik berkarya seni rupa 2 dimensi mungkin saja secara
khusus digunakan sebagai teknik utama dalam mewujudkan satu jenis karya seni
rupa tetapi mungkin juga digunakan untuk mewujudkan jenis karya seni rupa
lainnya.
Artinya,
teknik adalah salah satu hal yang dapat dieksplorasi untuk menghasilkan karya
yang unik. Misalnya, bagaimana jika kita menggunakan canting batik untuk
melukis diatas kanvas? Coba saja, kreativitas itu tidak ada batasnya.
PROSES
BERKARYA SENI RUPA 2 DIMENSI
Pembuatan
karya seni 2 dua dimensi dilakukan melalui sebuah proses yang bertahap. Tahapan
ini akan berbeda antara satu jenis karya dengan jenis karya lainnya mengikuti
karakteristik teknik, bahan dan alat yang sebelumnya telah dibahas.
Namun,
secara umum berkarya seni rupa 2 dimensi akan dimulai karena adanya motivasi
untuk berkarya. Motivasi tersebut dapat berasal dari dalam diri maupun dari
luar senimannya. Jika kita melihat pada sejarah-sejarah atau cerita masa lalu,
terkadang motivasi seniman untuk berkarya bisa menjadi sangat dramatis.
Seakan
motivasi seni harus berasal dari suatu tragedi atau kisah kelam senimannya.
Padahal, nyatanya sesuatu yang sederhana dalam kehidupan kita sehari-hari dapat
menjadi ide atau motivasi untuk berkarya. Cobalah perhatikan dan amati
benda-benda atau peristiwa sehari-hari di sekitar kita. Kemudian, kembangkan
hasil pengamatan tersebut menjadi tema utama berkarya.
Jika
analisis dilakukan dengan cermat dan tepat, maka ide dan motivasi berkarya
pasti dapat terbentuk. Misalnya, ada Seniman yang terkenal karena melukis
menggunakan benang dan jarum jahit. Bahkan ada yang menggambar menggunakan
rontokan rambutnya sendiri ketika ia sedang mandi, dengan cara menempelkan
rambut-rambut tersebut dinding keramik kamar mandinya.
REFERENSI
1.
Hardjana Suka. (1995). Manajemen Kesenian dan Para Pelakunya:
Yogyakarta, MSPI.
2.
Sedyawati, Edi dkk. (1983). Seni dalam Masyarakat Indonesia.
Jakarta: Gramedia.
3. Zackaria Soetedja, dkk. (2017). Seni Budaya untuk SMA/SMK/MAK kelas X. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
DIMENSI, UNSUR dan PRINSIP SENI RUPA
JENIS-JENIS DIMENSI ; Berikut terdapat beberapa jenis-jenis dimensi adalah:
1. DIMENSI SATU
Dimensi satu adalah dimensi yang hanya memiliki satu unsur dimensi saja, yakni panjang. Benda-benda dimensi bisa bergeak dengan bebas ke arah kanan dan ke arah kiri. Contohnya adalah garis.
2. DIMENSI DUA
Dimensi dua adalah dimensi yang memiliki dua unsur dimensi, yakni unsur panjang dan lebar. Benda-benda dimensi dua ini bisa bergerak ke arah kanan, kiri, atas, dan bawah. Benda dimensi dua juga sering disebut dengan bangun datar karena berciri memiliki luas dan keliling. Contohnya seperti persegi panjang, persegi, dan segitiga.
3. DIMENSI TIGA
Dimensi tiga adalah dimensi yang memiliki tiga unsur panjang, lebar, serta tinggi. Benda-benda dimensi tigas dapat bergerak ke kanan, kiri, atas, bawah, depan, dan belakang. Dimensi tiga disebut juga dengan bangun ruang. Salah satu ciri dimensi tiga adalah dapat diisi benda tertentu karena memiliki volume. Contohnya seperti kubus, tabung, mobil, dan rumah.
4. DIMENSI EMPAT
Hingga saat ini, pengertian dimensi empat masih banyak diperdebatkan. Sebagian ahli mengatakan bahwa dimensi empat sangat berkaitan dengan masalah waktu. Jadi, bisa dibilang jika dimensi empat dapat diartikan sebagai dimensi tiga yang sudah dilengkapi dengan dimensi waktu.
UNSUR RUPA
Berdasarkan dimensinya, karya seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi memiliki unsur yang membentuk kesatuan sehingga mempunyai nilai estetika. Unsur-unsur yang membentuk adalah bidang, garis, titik, tekstur, ruang, dan bentuk. Berikut rinciannya:
1. BIDANG
Unsur ini terbentuk dari beberapa garis yang menjadi satu kesatuan. Bidang mempunyai dimensi panjang dan lebar. Adapun beberapa jenis bidang di antaranya bidang geometris, bidang simetris, bidang organis, dan lainnya.
2. GARIS
Garis dapat terbentuk dari gabungan beberapa titik. Garis biasanya berbentuk memanjang dengan arah tertentu. Unsur ini memiliki beberapa sifat seperti pendek, panjang, vertikal, horizontal, tebal, dan tipis.
3. TITIK
Titik adalah unsur seni rupa yang paling dasar dan sederhana. Dari titik, kita bisa membuat sebuah garis atau bidang.
4. TEKSTUR
Tekstur adalah sifat permukaan sebuah benda. Sifatnya bisa kasar, halus, lembut, licin, mengkilap, dan berpori. Berdasarkan dari jenisnya tekstur terbagi menjadi dua jenis, yaitu tekstur nyata dan tekstur semu. Tekstur nyata mempunyai kesesuaian kandungan dari apa yang ditangkap oleh indera mata dan indera peraba, sedangkan tekstur semu sebaliknya.
5. BENTUK
Bentuk dibedakan menjadi dua jenis, yaitu bangun dan plastis. Bangun mempunyai bentuk yang polos sedangkan plastis memiliki nilai dan maknanya. Contoh bentuk plastis ialah lemari baju yang memiliki kegunaan untuk meletakkan pakaian.
6. RUANG
Unsur seni rupa ini dapat dimanipulasi berdasarkan bagaimana seorang seniman menempatkan garis, bentuk, bidang, dan warna. Ruang mengacu pada jarak atau area di sekitar, di antara, dan di dalam komponen sebuah karya. Ruang bisa positif atau negatif, terbuka atau tertutup, dangkal atau dalam, dan dua dimensi atau tiga dimensi. Terkadang ruang tidak disajikan secara eksplisit dalam sebuah karya, tetapi ilusi darinya. Ruang dalam unsur seni rupa memberikan referensi kepada penonton untuk menafsirkan sebuah karya seni.
PRINSIP SENI RUPA
Prinsip seni rupa adalah cara penyusunan dan pengaturan unsur-unsur seni rupa sehingga membentuk suatu karya seni. Inilah beberapa prinsip seni rupa yang bisa kamu terapkan dalam membuat karya atau menilai karya.
1. KESATUAN
Prinsip inilah yang menunjang bagaimana unsur-unsur dalam seni rupa saling berpadu satu sama lain sehingga saling menunjang dalam membangun sebuah komposisi yang menarik dan indah. Kesatuan menjadikan sebuah karya seni memiliki nilai estetis.
2. KESELARASAN
Kesatuan dari unsur-unsur karya seni rupa akan indah dan memiliki nilai estetis jika kesatuan tersebut berpadu dengan selaras (harmony). Keselarasan adalah kaitan kedekatan unsur-unsur yang berbeda baik bentuk, pencahayaan, warna dalam menciptakan keindahan.
3. PENEKANAN
Contrast adalah prinsip seni rupa yang memberikan kesan adanya perbedaan dari dua unsur yang berlawanan tapi saling berdekatan. Penekanan akan membuat sebuah karya seni terlihat tidak monoton. Dengan memberikan perbedaan yang mencolok pada bentuk, warna, dan ukuran sebuah karya seni akan terlihat lebih menarik. Contohnya bisa kamu perhatikan dalam fotografi hitam putih. Karena enggak ada warna, fotografer cenderung menggunakan kontras agar fotonya terlihat menarik.
4. IRAMA
Irama (rythm) merupakan prinsip yang mendasari pengulangan satu atau lebih unsur secara teratur. Unsur-unsur seni rupa bisa berupa garis, bentuk, atau variasi warna yang berulang secara harmonis sehingga meningkatkan nilai estetika karya seni.
5. GRADASI
Prinsip gradasi adalah susunan warna berdasarkan tingkatan tertentu pada sebuah karya seni. Gradasi paling sering kita terapkan dalam pembuatan mozaik, karikatur, lukisan, dan karya seni rupa lainnya. Prinsip ini membuat karya menjadi lebih hidup. Bayangkan jika kamu menggambar langit hanya dengan satu warna. Padahal, dalam dunia nyata langit terlihat bergradasi antara biru gelap dan biru terang.
6. KESEBANDINGAN
Kesebandingan (proportion) adalah prinsip yang mengacu pada keteraturan dan penyesuaian dari wujud karya seni rupa. Contohnya, dalam menggambar manusia, pelukis harus menyesuaikan ukuran kepala dengan badan, kecuali jika ia mencoba menggambar karikatur.
7. KOMPOSISI
Prinsip yang satu ini adalah organisasi dari unsur-unsur yang tersusun menjadi teratur, serasi, dan menarik. Komposisi adalah tata susunan yang menyangkut keseimbangan, kesatuan, irama, dan keselarasan dalam suatu karya seni rupa.
8. KESEIMBANGAN
Keseimbangan (balance) adalah prinsip yang bertanggungjawab pada kesan dari suatu susunan unsur-unsur seni rupa. Unsur-unsur ini diatur sedemikian rupa melalui keseimbangan akan menjadi daya tarik bagi para penikmat karya seni.
Most Recent
-
TAHAPAN MENULIS KRITIK KARYA SENI RUPA 1. DISKRIPSI Deskripsi adalah tahapan dalam kritik untuk menemukan, mencatat, dan mendeskripsikan seg...
-
KRITIK KARYA SENI RUPA Kritik karya seni memiliki perbedaan tujuan dan kualitas. Karena perbedaan tersebut, maka dijumpai beberapa jenis kri...
-
Salam Pramuka! Jumpa lagi adik-adik, kali ini kakak akan membahas tentang brevet keahlian yang sering kakak lihat dipakai oleh adik-adik pra...
-
MEMBUAT KARYA SENI LUKIS MOTIF BATIK KREASI Pada kesempatan kali ini kita membuat karya seni 2 dimensi yaitu lukisan motif batik kreasi....
-
PAMERAN KARYA SENI RUPA. Beberapa pengertian seni menurut para ahli : Isabel Briggs Myers - Pengertian pameran adalah suatu aktivitas y...



